Kode Etik Panitera dan Jurusita

KODE ETIK PANITERA DAN JURUSITA

KETENTUAN UMUM

Pengertian

PASAL 1

 

1. Yang dimaksud dengan kode etik Panitera dan jurusita ialah  aturan tertulis  yang harus dipedomani oleh setiap Panitera dan jurusita dalam melaksanakan tugas peradilan.

2. Yang dimaksud  dengan Panitera ialah Panitera,Katera,Wakil panitera,Panitera muda dan Panitera pengganti pada pengadilan tingkat banding dan pengadilan tingkat pertama dari empat (4) lingkungan peradilan dibawah  Mahkamah Agung RI yaitu Peradilan Umum ,Peradilan Agama,Peradilan Tata Usaha Negara dan Peradilan Militer serta Panitera  yang diperbantukan pada Mahkamah Agung dan atau lembaga lain

3. Yang dimaksud dengan jurusita adalah Jurusita dan Jurusita pengganti yang diangkat untuk melaksanakan tugas kejurusitaan pada Pengadilan  tingkat pertama dibawah  Mahkamah Agung RI yaitu Peradilan Umum, Peradilan Agama dan Peradilan Tata Usaha Negara.

4. Azaz Peradilan yang baik ialah perinsip-perinsip yang harus di junjung tinggi oleh panitera dan jurusita dalam melaksanakan tugasnya untuk mewujudkan peradilan yang mandiri sesuai ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku.

5. Organisasi IPASPI adalah  organisasi Ikatan Panitera Sekretaris Pengadilan Indonesia.

 

MAKSUD DAN TUJUAN

PASAL 2

Kode etik panitera  dan Jurusita  ini dibuat  untuk menjaga Kehormatan,keluhuran martabat atau harga diri yang mulia sebagaimana layaknya seorang Panitera dan Jurusita  yang memberikan pelayanan yang prima dan adil kepada masyarakat pencari keadilan tanpa membeda bedakannya berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 .

 

SIKAP PANITERA DAN JURUSITA TERHADAP KETUA MAJELIS

PASAL 3

1. Panitera dan Jurusita wajib membantu majelis hakim, baik dalam mendampingi sidang, melaksanakan pemanggilan dan pemberitahuanmaupun memberi bantuan sarana dan prasana persidangan.

2. Panitera wajib  membuat berita acara persidangan dengan teliti dan seksama sesuai dengan pelaksanaan pemeriksaan dalam persidangan.

3. Jurusita wajib melaksanakan pemanggilan dan pemberitahun  dan menuanggkannya dalam berita acara atau relaas.

4. Panitera wajib membuat jadwal sidang  dan membuat laporan hasil persidangan  dan menyerahkan kepada petugas register.

 

SIKAP PANITERA DAN JURUSITA

TERHADAP PARA PENCARI KEADILAN

PASAL 4

1. Panitera dan  Jurusirta wajib  melayani masyarakat pencari keadilan dengan pelayanan yang perima yaitu dengan sopan, teliti, dan sungguh-sungguh serta tidak membeda-bedakan berdasarkan status social, golongan dan  menjaga  serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat pencari keadilan.

 

SIKAP PANITERA DAN JURUSITA TERHADAP PARA PIHAK

PASAL 5

1. Panitera dan Jurusita wajib bersikap independen/tidak memihak, baik didalam  kedinasan  maupun diluar  kedinasan  dan tetap  memberikan pelayanan yang prima serta menjaga dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat pencari keadilan.

2. Panitera  dan Jurusita  bersikap adil yaitu tidak membeda-bedakan pencari keadilan dan  dilarang memberikan kesan bahwa salah satu pihak yang berperkara atau kuasanya termasuk penuntut dan saksi berada dalam posisi istimewa.

3. Panitera tidak boleh berkomunikasi dengan pihak yang berperkara diluar persidangan, kecuali dilakukan dalam lingkungan gedung/ruang kerja pengadilan demi kelancaran persidangan/konsultasi yang dilakukan secara terbuka dengan tidak melanggar perinsip persamaan perlakuan tanpa keberpihakan.

 

SIKAP PANITERA DAN JURUSITA  DALAM PERSIDANGAN

PASAL 6

1. Panitera wajib  berpakaian rapi dan duduk dengan sopan  dalam mengikuti sidang pemeriksaan perkara.

2. Panitera wajib  mematikan hand phone agar tidak  mengganggu jalannya persidangan

3. Panitera dilarang tidur saat mengikuti persidangan yang dapat menggangu jalannya pemeriksaan  dan tidak sempurnanya dalam mencatat berita acara persidangan.

4. Panitera harus adil dan tidak membeda-bedakan para pihak dalam memanggil ke dalam ruang persidangan.

5. Panitera dan Jurusita dilarang menjadi  wali pengampu dari jabatannya dengan suatu perkara yang ditangainya  dan tidak boleh ikut menangani suatu perkara yang ada hubungan kekelurgaan

6. Panitera  dan Jurusita  dilarang menjadi penasehat hukum baik langsung atau tidak langsung.

 

SIKAP PANITERA DAN JURUSITA DI LUAR PERSIDANGAN

PASAL 7

1. Panitera tidak boleh berkomunikasi dengan pihak yang berperkara diluar persidangan, kecuali dilakukan demi kelancaran persidangan yang  dilakukan secara terbuka dengan tidak melanggar perinsip

persamaan perlakuan tanpa keberpihakan.

2. Panitera harus segera menyelesaikan pembuatan akta dan salinan putusan setelah putusan sertebut berkekuatan hukum tetap (BHT)

3. Panitera tidak boleh membeda-bedakan (diskriminasi) dalam melayani para pihak untuk menyerahkan hasil produk pengadilan.

4. Panitera dan Jurusita dilarang memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada para pihak dan dilarang meminta serta menerima imbalan dari para pihak atau kuasanya yang berkaitan dengan perkara di Pengadilan.

7. Panitera  dan Jurusita  wajib melayani masyarakat pencari keadilan dengan pelayanan yang perima yaitu dengan sopan, teliti, tidak membeda-bedakan berdasarkan status social, golongan independen tidak memihak, baik didalam kedinasan maupun diluar kedinasan dan tetap  memberikan pelayanan yang prima serta  menjaga  dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat pencari keadilan.

8. Panitera bersikap adil yaitu tidak membeda-bedakan pencari keadilan dan  dilarang memberikan kesan bahwa salah satu pihak yang berperkara atau kuasanya termasuk penuntut dan saksi berada dalam posisi istimewa.

9. Panitera dan Jurusita dilarang mengadakan pertemuan dengan para pihak/kuasanya  yang berakiabat menjadi tidak independen  dalam proses perkara yang sedang berjalan.

10.Panitera dan Jurusita dilarang menjadi penghubung dan memberikan akses antara pihak berperkara atau kuasanya dengan pimpinan Pengadilan dan majelis hakim.

11.Panitera dan Jurusita dilarang menjadi makelar kasus atau perantara perkara di Pengadilan

12.Panitera dilarang membawa pulang berkas perkara kecuali atas izin Ketua Pengadilan Agama.

 

SIKAP PANITERA DAN JURUSITA SEBAGAI WARGA NEGARA

PASAL 8

1. Panitera  dan Jurusita  selaku Pegawai Republik Indonesia turut berperan dalam mewujudkan penegakan Hukum,  Keadilan dan Kebenaran sebagaimana dituangkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.

2. Panitera  dan Jurusita  sebagai pelaksana jalannya Peradilan maupun pelaksana Administrasi Peradilan dalam melaksanakan tugas bekerja dengan jujur, disiplin, semangat, bertanggung  jawab dan penuh pengabdian tanpa pamrih untuk Negara.3. Panitera dan Jurusita menjunjung tinggi harkat dan martabat Panitera dalam memberikan Dharma Baktinya kepada Bangsa dan Negara.

 

SIKAP PANITERA DAN JURUSITA DALAM KEDINASAN

PASAL 9

1. Panitera dan  Jurusita wajib mengutamakan kepentingan Negara dan Masyarakat daripada kepentingan pribadi atau golongan.

2. Panitera dan Jurusita wajib  mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta memegang teguh rahasia Negara dan Rahasia jabatan sesuai dengan sumpah jabatannya.

3. Panitera   dan Jurusita sebagai unsur pimpinan Kepaniteraan Pengadilan, didalam menjalankan tugas dinasnya harus memiliki kepribadian terpuji, bijaksana, berilmu, sabar, tegas, disiplin, penuh pengabdian dan rela berkorban demi pelaksanaan tugas.

4. Untuk mencapai tujuan dari misi kerja Kepaniteraan yang berhasil guna dan berdaya guna, Panitera dan Jurusita harus menyadari akan kewajibannya bekerja keras, tekun, rajin, , bersahaja, dengan didasari ketaqwaann terhadap Tuhan Yang Maha Esa

5. Panitera dan Jurusita sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat wajib memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat pencari keadilan untuk terwujudnya Peradilan yang cepat, tepat dan biaya yang terjangkau.

6. Demi terpeliharanya kemantapan dan kelancaran pelaksanaan tugas serta untuk menegakkan citra yang baik dalam tugas pelayanan, Panitera dan Jurusita senantiasa harus mentaati dan meningkatkan 4 (empat) tertib yaitu:

1. Tertib Administrasi

2. Tertib Perkantoran

3. Tertib Jam Kerja

4. Tertib Rumah Tangga

 

SIKAP TERHADAP SESAMA

PASAL 10

1. Memelihara dan memupuk hubungan kerjasama yang baik antara sesama pejabat kepaniteraan dan pajabat peradilan lainnya

2. Memiliki rasa setia kawan, tenggang rasa dan saling menghargai antara sesama pejabat peradilan

3. Memelihara, membina kesatuan dan persatuan sesama aparat peradilan, memupuk solidaritas, berjiwa kesatria dan bertanggung jawab.

 

SIKAP TERHADAP BAWAHAN

PASAL 11

1. Panitera harus memiliki sifat kepemimpinan, memberikan keteladanan dan lugas dengan dilandasi oleh sikap kekeluargaan.

2. Memperhatikan kesejahteraan umum bagi seluruh karyawan pengadilan

 

SIKAP TERHADAP ATASAN

PASAL 12

1. Panitera dan Jurusita wajib membantu Pimpinan Pengadilan dalam melaksanakan tugas kedinasan

2. Menjalankan tugas-tugas yang telah diamanatkan kepada Panitera dan Jurusita dengan jujur dan ikhlas serta bertanggung jawab.

3. Berusaha memberikan masukan dan saran kepada atasan/pinpinan yang bersifat membangun untuk kepentingan tugas kedinasan

 

SIKAP DILUAR KEDINASAN

PASAL 13

1. Berkelakuan baik dan tidak tercela

2. Menjaga kesehatan jasmani dan rohani

3. Tidak menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan pribadi maupun golongan

4. Menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan tidak terpuji dan tercela yang merendahkan martabatnya sebagai pejabat kepaniteraan

5. Menghindari pergaulan bebas yang tidak bermanfaat, yang berakibat merusak citra Korps Peradilan.

 

SIKAP DALAM RUMAH TANGGA

PASAL 14

1. Menjaga kerukunan, keharmonisan dan keutuhan Rumah Tangga 6

2. Memiliki rasa tanggung jawab terhadap keluarga

 

SIKAP DALAM MASYARAKAT

PASAL 15

1. Selaku anggota masyarakat Panitera  dan Jurusita wajib menjunjung tinggi rasa kesetia kawanan sosial dalam pergaulan bermasyarakat.

2. Harus menjaga nama baik dan martabat Panitera dan Jurusita sebagai aparat peradilan

3. Panitera  dan Jurusita dapat memberikan penyuluhan hukum kepada sesama anggota masyarakat bila diperlukan/ditanyakan oleh masyarakat.

 

DEWAN KEHORMATAN PANITERA DAN JURUSITA

PASAL 16

1.Susunan dewan kehormatan Panitera terdiri  dari 5 (lima ) orang sebagai berikut :

1. Tiga orang Pengurus IPASPI Pusat

2. Satu orang perwakilan dari Kepaniteraan Mahkamah Agung RI.

3. Satu orang dariperwakilan Direktorat Jenderal yang bersangkutan.

 

TUGAS DAN WEWENANG

PASAL 17

1. Dewan Kehormatan Panitera dan Jurusita mempunyai tugas :

1. Memberi  pembinaaan pada Panitera dan Jurusita  untuk selalu menjunjung tinggi kode etik.

2. Meneliti dan memeriksa laporan /pengaduan dari masyarakat atas tingkah laku para Panitera dan Jurusita

3. Memberi nasehat dan peringatan anggota dalam hal anggota yang bersangkutan melanggar kode etik.

2. Dewan Keharmatan Panitera  dan Jurusita berwenang :

1. Memanggil Panitera dan Jurusita untuk didengar keterangannya sehubungan adanya pengaduan dan laporan.

2. Memberikan rekomendasi atas hasil  pemeriksaan  terhadap Panitera dan Jurusita yang melanggar Kode Etik dan 7 merekomendasikan untuk merehabilitasi Panitera dan Jurusita yang tidak bersalah.

SANKSI :

PASAL 18

Dewan Kehormatan Panitera dan Jurusita dapat merekomendasikan sanksi bagi  Panitera dan Jurusita yang melanggar  Kode Etik sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010  setelah didengarpembelaannya dihadapan Dewan Kehormatan Panitera dan Jurusita

 

PEMERIKSAAN

PASAL 19

1. Pemeriksaan terhadap Panitera dan Jurusita yang dituduh melanggar kode etik dilakukan secara tertutup.

2. Pemeriksaan harus memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada Panitera dan Jurusita yang diperiksa untuk melakukan pembelaan diri.

3. Pembelaan dapat dilakukan sendiri atau didampingi oleh seorang atau lebih dari anggota yang ditunjuk organisasi IPASPI Pusat.

4. Hasil pemeriksaan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan yang ditandatangani oleh semua anggota dewan kehormatan Panitera dan Jurusita dan yang diperiksa.

 

KEPUTUSAN

PASAL 20

Keputusan diuambil sesuai dengan tata cara pengambilan keputusan dalam persidangan

 

P E N U T U P

PASAL 21

Kode Etik ini mulai berlaku sejak disahkan oleh Pengurus Ikatan Panitera Sekretaris Pengadilan Indonesia Pusat